Masa SMP adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja, masa di mana kalian selalu ingin diperhatikan, selalu ingin diikuti segala keinginannya, selalu ingin dimanja, selalu banyak ingin tahu dan lain-lain.
Sebagian dari kalian tidak mau dikatakan anak kecil, menganggap diri anak sudah besar, tetapi pikiran dan perilaku kalian masih seperti anak kecil. Anak besar bukan berarti badannya sudah besar, tetapi ada hal-hal yang mencirikan dia bisa disebut anak besar. Ibu akan menyebutkan ciri-ciri anak yang sudah dikatakan besar:
1. Bertanggung jawab
Anak yang bertanggung jawab akan selalu ingat terus tugas utamanya sebagai pelajar yaitu belajar. Apakah kalian masih harus selalu diingatkan untuk belajar?
2. Berani mengambil keputusan
Anak yang berani mengambil keputusan akan menolak ajakan teman untuk nonton bola di Stadion Siliwangi, atau nonton TV sampai larut malam, karena besok akan ada ujian, sehingga besok tak akan pernah mengeluarkan jurus tari Bali: lirik kiri kanan…
3. Bisa mengatasi masalah
Anak yang bisa mengatasi masalah akan selalu mencari jalan keluar bila mendapatkan masalah. Bila ada kesulitan dalam belajar, bisa bertanya kepada teman dan atau guru. Selalu bicarakan bila ada masalah, jangan dengan kekerasan.
4. Berusaha mandiri
Anak yang berusaha mandiri akan mengerjakan tugas sebagai pelajar tanpa harus selalu diingatkan seperti belajar, mengerjakan PR dan mengerjakan tugas sehari- hari seperti mencuci baju sendiri, merapikan kamar, mengasuh adiknya, membantu orang tua dan banyak lagi.
5. Tidak manja
Anak yang tidak manja adalah anak sudah bisa menerima kenyataan bahwa tidak semua keinginannya dikabulkan orangtuanya, seperti ingin punya motor, padahal SIM saja belum punya, terus ngambek, kabur dari rumah.
Anak-anaku sekalian yang Bapak sayangi dan banggakan,
Nah, setelah kalian mendengarkan 5 ciri anak yang sudah bisa dikatakan anak besar, kalian bisa menilai diri kalian apakah sudah termasuk anak yang dikatakan anak besar? Terima kasih kalian sudah bisa dikatakan sebagai anak besar dan bila belum berusahalah untuk menjadi anak besar
Terima kasih atas perhatiannya.
Senin, 27 Februari 2012
POKOK-POKOK AQIDAH ISLAM DAN DALI-DALILNYA
POKOK-POKOK AQIDAH ISLAM DAN DALI-DALILNYA
Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Artinya setiap bayi lahir langsung ber-Dien Islam, kemudian orang tuanyalah yang menyebabkan dia nasrani, yahudi, atau majusi. Sehingga seorang muslim yang menginjak baliq tidak dituntut untuk syahadat ulang. Syahadat ulang hanya diharuskan bagi seseorang yang melakukan kekufuran sehingga keluar dari Islam, seperti orang-orang yang mengatakan Al Masih anak Allah, orang yang menyembah benda mati ataupun benda hidup seperti menuhankan pemimpin, ulama, atau organisasi. Jadi pokok-pokok aqidah islam antara lain adalah sebagai berikut
1. Bersaksi (Syahadatain)
Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk Agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan atasnya. Di antara hal yang wajib diketahui dan diyakini secara mutlak, dan wajib diucapkan seketika jika memang dia (mukallaf) kafir, atau jika tidak (ia bukan seorang kafir) maka wajib mengucapkannya dalam shalat, adalah dua kalimat syahadat:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمد الرسوالله
Makna أشهد أن لا إله إلا الله : aku mengetahui, meyakini dan mengakui (dengan ucapan) bahwa tidak ada yang disembah dengan hak (benar) kecuali Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tidak terbagi-bagi, tidak bermula, tidak didahului dengan ketiadaan, Maha Hidup, tidak membutuhkan kepada yang lain, tidak berakhir, Maha Pencipta, Pemberi rizki, Maha mengetahui, Maha Kuasa, yang mudah bagi-Nya melakukan segala apa yang Ia kehendaki. Segala apa yang Ia kehendaki terjadi dan segala apa yang tidak Ia kehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada daya untuk menjauhi perbuatan dosa kecuali dengan pemeliharaan-Nya, dan tidak ada kekuatan untuk berbuat ta'at kepada-Nya kecuali dengan pertolongan-Nya. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan yang layak bagi-Nya dan Maha Suci dari segala kekurangan bagi-Nya.
2. Beriman (Rukun Iman)
3. Memahami Tauhid Rububiyyah
Yaitu mengimani keesaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam raya. Dia-lah Pemberi rezeki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, dan Yang Menguasai langit dan bumi. Allah SWT. berfirman:
"Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia ... "(QS.Fathir:3)
"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. " (QS. al-Mulk:l)
Kerajaan Allah adalah kerajaan yang universal meliputi seluruh jagat raya ini, dan Dia-lah Yang Mengaturnya sesuai dengan kehendak-Nya. Mengesakan Allah dalam mengatur alam ini adalah mengimani bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat Yang Mengatur makhluk-Nya.
Tidak ada yang mengingkari tauhid rububiyyah ini kecuali segolongan kecil manusia. Sebenarnya mereka ini hanya mengingkari secara lahiriah, tetapi jiwa dan batin mereka mengakui adanya tauhid ini. Firman Allah
Dan mereka mengingkarinya Karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. " (QS. an-Naml:14)
4. Memahami Tauhid Uluhiyyah
Yaitu mengesakan Allah M dalam segala macam bentuk ibadah dengan tidak menjadikan sesuatu pun yang disembah bersama-Nya. Karena tauhid inilah, Allah menciptakan makhluk-Nya. Allah berfirman :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. adz- Dzariyat:56)
Dan juga karena tauhid ini, Allah Swt. mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Allah berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum karnu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. al-Anbiya:25)
Bentuk tauhid inilah yang diingkari oleh kaum musyrikin ketika para rasul datang mengajak mereka untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Allah berfirman:
"Mereka berkata:"Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami...." (QS. al-A'raf:70)
Karena itu bentuk ibadah apa pun tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah, tidak kepada malaikat, nabi, orang saleh, atau makhluk yang lain. Karena ibadah itu tidak akan sah kecuali diikhlaskan hanya kepada Allah semata.
5. Memahami Tauhid Asma wa Sifat
Yaitu beriman kepada nama-nama Allah ig dan sifat-sifat-Nya, baik yang la tetapkan sendiri untuk-Nya maupun yang ditetapkan oleh Rasul-Nya. Mengimaninya dalam arti yang sebenarnya sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa tahnf (penyelewengan), ta'thil (penghapusan), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (penyerupaan).
Sebagai contoh, Allah $g menamakan diri-Nya dengan al-Hayyu al-Qayyiim, artinya Yang Maha Hidup dan terus-menerus Mengurus makhluk-Nya. Kita wajib mengimani bahwa al-Hayyu merupakan salah satu nama Allah Swt. dan mengimani sifat yang terkandung di dalamnya, yaitu kehidupan yang sempurna yang tidak diawali dengan ketiadaan dan diakhiri dengan kebinasaan. Begitu juga, Allah Swt. menamai diri-Nya dengan as-Samt', artinya Yang Maha Mendengar. Kita wajib mengimani bahwa as-Sami' merupakan salah satu nama Allah Swt. dan as- Sam'u (mendengar) merupakan salah satu sifat-Nya dan la Maha Medengar
6. Meyakini jalan para sahabat dan setelah para sahabat dari Salafus Shalih dalam mengimani asmaul husna. Asmaul husna jumlahnya tidak ada yang tau kecuali Allah. Sedangkan jumlah 99 itu hanya yang diketahui manusia.
7. Beriman bahwa Allah Subhana Ta'ala Istiwa di atas 'Arays
8. Beraqidah dengan aqidah salafusshalih, bahwa Iman adalah mengucapkan dengan lisan, meyakini dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan kemaksiatan
9. Mempunyai aqidah ttg dosa-dosa orang-orang yang beriman yang bermaksiat
10. Beraqidah tentang keutamaan para sahabat semuanya tanpa berlebih-lebihan (jml Sahabat: ±144 ribu)
11. Tidak mengkafirkan seorang pun dari ahli kiblat yang berdosa selama dia tdk menghalalkannya kecuali amalan kufur akbar. Artinya tidak mengkafirkan orang yang mengamalkan amalan kecuali yang jelas itu adalah kekufuran. Diantara amalan kekufuran yang mengeluarkan dari Islam tanpa penghalalan seperti :
a. Mengingkari hal yang jelas dalam Agama Islam atau
b. Menghalalkan yg haram yang jelas-jelas haram, atau
c. Mengharamkan yang jelas-jelas halal,
d. Tidak mengingkari hal-hal yang jelas membuat kafir sperti mencela Allah, memakai salib ,dll.
12. Mengimani karamah-karamah para wali, siapakah mereka? Yaitu setiap orang mukmin adalah wali Allah. Wali itu yang paling dekat dengan Allah, paling bertaqwa, yang paling mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah
13. Kita beriman bahwa tidak ada yang mengetahui hal yang ghoib kecuali Allah
14. Beriman bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar dari ahli tauhid tidak abadi di neraka selama tidak menyekutukan Allah.
15. Kita meyakini sahnya shalat dibelakang setiap orang yang baik dan yang jahat dari pemimipin-pemimpin yang mukmin
16. Kita beriman akan adanya fitnah kubur dan nikmat kubur
17. Beriman bahwa Al-Quran diturunkan oleh Allah. Kalamullah dan bukan makhluk.
18. Beriman bahwa istighotsah kepada hamba, makhluk-makhluk, yang telah mati atau yang di kubur adalah syirik.
19. Beriman bahwa jihad terus berlanjut hingga hari kiamat, tidak dapat dihalangi oleh kejahatan orang yang jahat dan tidak berhenti karena keadilan orang-orang yang adil, yaitu bersama kaum muslimin semuanya dengan para pemimpin mereka (yang baik dan yang buruknya). Secara umum hukumnya fardlu kifayah, jika ada yang maju maka yang tidak berangkat tidak berdosa, kecuali di 3 tempat (kondisi):
a. Jika telah bertemu dua pasukan antara pasukan orang beriman dan pasukan orang kufur
b. Jika telah diperintahkan imam yang telah dipilih, yang membela orang beriman dan memusuhi orang-orang kafir
c. Jika musuh telah mengancam agama, jiwa, kehormatan, dan harta kaum mukminin.
20. Beriman bahwa membela kaum mukminin hukumnya wajib bagi kaum mukminin lainnya, meskipun mereka memiliki kesalahan dan kekurangan, ini karena hak aqidah dan persaudaraan kaum muslimin. Orang yang tinggal bersama orang-orang musyrik tanpa ada kebencian dan keterpaksaan adalah dosa dan Rasulullah berlepas diri dari orang-orang tersebut
21. Kita beriman bahwa tauhid hukum itu adalah inti dari tauhid uluhiyyah. Orang yang membuat syari'at selain dari Allah maka ia kafir dan murtad dan telah keluar dari din Islam. Dan sebelumnya para pemimpin yang menggunakan hukum selain hukum Allah semuanya murtad meskipun mereka menganggap diri mereka muslim.
22. Kita beriman bahwa melawan penyerang yaitu
a. Orang-orang kafir yang memerangi negara-negara Islamdan selalu membuat permusuhan dengan kaum muslimin,
b. Orang-orang murtad, yang membuat syari'at selain dari Allah hukumnya adalah fardlu 'ain kepdaa setiap muslim. Dan wajib bagi setiap muslim untuk memerangi mereka baik dengan tangan, lisan, dan dengan hatinya. Tidak ada alasan bagi seorang pun untuk tinggal diam dari jihad kecuali yang diberi maaf oleh Allah yaitu buta, pincang, sakit, orang yang tidak memiliki harta, dan orang lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa.
23. Kita beriman dengan apa yang datang dari Al-Quran dan yang datang dari Rasulullah secara global dan rinci.
Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Artinya setiap bayi lahir langsung ber-Dien Islam, kemudian orang tuanyalah yang menyebabkan dia nasrani, yahudi, atau majusi. Sehingga seorang muslim yang menginjak baliq tidak dituntut untuk syahadat ulang. Syahadat ulang hanya diharuskan bagi seseorang yang melakukan kekufuran sehingga keluar dari Islam, seperti orang-orang yang mengatakan Al Masih anak Allah, orang yang menyembah benda mati ataupun benda hidup seperti menuhankan pemimpin, ulama, atau organisasi. Jadi pokok-pokok aqidah islam antara lain adalah sebagai berikut
1. Bersaksi (Syahadatain)
Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk Agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan atasnya. Di antara hal yang wajib diketahui dan diyakini secara mutlak, dan wajib diucapkan seketika jika memang dia (mukallaf) kafir, atau jika tidak (ia bukan seorang kafir) maka wajib mengucapkannya dalam shalat, adalah dua kalimat syahadat:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمد الرسوالله
Makna أشهد أن لا إله إلا الله : aku mengetahui, meyakini dan mengakui (dengan ucapan) bahwa tidak ada yang disembah dengan hak (benar) kecuali Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tidak terbagi-bagi, tidak bermula, tidak didahului dengan ketiadaan, Maha Hidup, tidak membutuhkan kepada yang lain, tidak berakhir, Maha Pencipta, Pemberi rizki, Maha mengetahui, Maha Kuasa, yang mudah bagi-Nya melakukan segala apa yang Ia kehendaki. Segala apa yang Ia kehendaki terjadi dan segala apa yang tidak Ia kehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada daya untuk menjauhi perbuatan dosa kecuali dengan pemeliharaan-Nya, dan tidak ada kekuatan untuk berbuat ta'at kepada-Nya kecuali dengan pertolongan-Nya. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan yang layak bagi-Nya dan Maha Suci dari segala kekurangan bagi-Nya.
2. Beriman (Rukun Iman)
3. Memahami Tauhid Rububiyyah
Yaitu mengimani keesaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam raya. Dia-lah Pemberi rezeki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, dan Yang Menguasai langit dan bumi. Allah SWT. berfirman:
"Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia ... "(QS.Fathir:3)
"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. " (QS. al-Mulk:l)
Kerajaan Allah adalah kerajaan yang universal meliputi seluruh jagat raya ini, dan Dia-lah Yang Mengaturnya sesuai dengan kehendak-Nya. Mengesakan Allah dalam mengatur alam ini adalah mengimani bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat Yang Mengatur makhluk-Nya.
Tidak ada yang mengingkari tauhid rububiyyah ini kecuali segolongan kecil manusia. Sebenarnya mereka ini hanya mengingkari secara lahiriah, tetapi jiwa dan batin mereka mengakui adanya tauhid ini. Firman Allah
Dan mereka mengingkarinya Karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. " (QS. an-Naml:14)
4. Memahami Tauhid Uluhiyyah
Yaitu mengesakan Allah M dalam segala macam bentuk ibadah dengan tidak menjadikan sesuatu pun yang disembah bersama-Nya. Karena tauhid inilah, Allah menciptakan makhluk-Nya. Allah berfirman :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. adz- Dzariyat:56)
Dan juga karena tauhid ini, Allah Swt. mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Allah berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum karnu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. al-Anbiya:25)
Bentuk tauhid inilah yang diingkari oleh kaum musyrikin ketika para rasul datang mengajak mereka untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Allah berfirman:
"Mereka berkata:"Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami...." (QS. al-A'raf:70)
Karena itu bentuk ibadah apa pun tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah, tidak kepada malaikat, nabi, orang saleh, atau makhluk yang lain. Karena ibadah itu tidak akan sah kecuali diikhlaskan hanya kepada Allah semata.
5. Memahami Tauhid Asma wa Sifat
Yaitu beriman kepada nama-nama Allah ig dan sifat-sifat-Nya, baik yang la tetapkan sendiri untuk-Nya maupun yang ditetapkan oleh Rasul-Nya. Mengimaninya dalam arti yang sebenarnya sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa tahnf (penyelewengan), ta'thil (penghapusan), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (penyerupaan).
Sebagai contoh, Allah $g menamakan diri-Nya dengan al-Hayyu al-Qayyiim, artinya Yang Maha Hidup dan terus-menerus Mengurus makhluk-Nya. Kita wajib mengimani bahwa al-Hayyu merupakan salah satu nama Allah Swt. dan mengimani sifat yang terkandung di dalamnya, yaitu kehidupan yang sempurna yang tidak diawali dengan ketiadaan dan diakhiri dengan kebinasaan. Begitu juga, Allah Swt. menamai diri-Nya dengan as-Samt', artinya Yang Maha Mendengar. Kita wajib mengimani bahwa as-Sami' merupakan salah satu nama Allah Swt. dan as- Sam'u (mendengar) merupakan salah satu sifat-Nya dan la Maha Medengar
6. Meyakini jalan para sahabat dan setelah para sahabat dari Salafus Shalih dalam mengimani asmaul husna. Asmaul husna jumlahnya tidak ada yang tau kecuali Allah. Sedangkan jumlah 99 itu hanya yang diketahui manusia.
7. Beriman bahwa Allah Subhana Ta'ala Istiwa di atas 'Arays
8. Beraqidah dengan aqidah salafusshalih, bahwa Iman adalah mengucapkan dengan lisan, meyakini dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan kemaksiatan
9. Mempunyai aqidah ttg dosa-dosa orang-orang yang beriman yang bermaksiat
10. Beraqidah tentang keutamaan para sahabat semuanya tanpa berlebih-lebihan (jml Sahabat: ±144 ribu)
11. Tidak mengkafirkan seorang pun dari ahli kiblat yang berdosa selama dia tdk menghalalkannya kecuali amalan kufur akbar. Artinya tidak mengkafirkan orang yang mengamalkan amalan kecuali yang jelas itu adalah kekufuran. Diantara amalan kekufuran yang mengeluarkan dari Islam tanpa penghalalan seperti :
a. Mengingkari hal yang jelas dalam Agama Islam atau
b. Menghalalkan yg haram yang jelas-jelas haram, atau
c. Mengharamkan yang jelas-jelas halal,
d. Tidak mengingkari hal-hal yang jelas membuat kafir sperti mencela Allah, memakai salib ,dll.
12. Mengimani karamah-karamah para wali, siapakah mereka? Yaitu setiap orang mukmin adalah wali Allah. Wali itu yang paling dekat dengan Allah, paling bertaqwa, yang paling mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah
13. Kita beriman bahwa tidak ada yang mengetahui hal yang ghoib kecuali Allah
14. Beriman bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar dari ahli tauhid tidak abadi di neraka selama tidak menyekutukan Allah.
15. Kita meyakini sahnya shalat dibelakang setiap orang yang baik dan yang jahat dari pemimipin-pemimpin yang mukmin
16. Kita beriman akan adanya fitnah kubur dan nikmat kubur
17. Beriman bahwa Al-Quran diturunkan oleh Allah. Kalamullah dan bukan makhluk.
18. Beriman bahwa istighotsah kepada hamba, makhluk-makhluk, yang telah mati atau yang di kubur adalah syirik.
19. Beriman bahwa jihad terus berlanjut hingga hari kiamat, tidak dapat dihalangi oleh kejahatan orang yang jahat dan tidak berhenti karena keadilan orang-orang yang adil, yaitu bersama kaum muslimin semuanya dengan para pemimpin mereka (yang baik dan yang buruknya). Secara umum hukumnya fardlu kifayah, jika ada yang maju maka yang tidak berangkat tidak berdosa, kecuali di 3 tempat (kondisi):
a. Jika telah bertemu dua pasukan antara pasukan orang beriman dan pasukan orang kufur
b. Jika telah diperintahkan imam yang telah dipilih, yang membela orang beriman dan memusuhi orang-orang kafir
c. Jika musuh telah mengancam agama, jiwa, kehormatan, dan harta kaum mukminin.
20. Beriman bahwa membela kaum mukminin hukumnya wajib bagi kaum mukminin lainnya, meskipun mereka memiliki kesalahan dan kekurangan, ini karena hak aqidah dan persaudaraan kaum muslimin. Orang yang tinggal bersama orang-orang musyrik tanpa ada kebencian dan keterpaksaan adalah dosa dan Rasulullah berlepas diri dari orang-orang tersebut
21. Kita beriman bahwa tauhid hukum itu adalah inti dari tauhid uluhiyyah. Orang yang membuat syari'at selain dari Allah maka ia kafir dan murtad dan telah keluar dari din Islam. Dan sebelumnya para pemimpin yang menggunakan hukum selain hukum Allah semuanya murtad meskipun mereka menganggap diri mereka muslim.
22. Kita beriman bahwa melawan penyerang yaitu
a. Orang-orang kafir yang memerangi negara-negara Islamdan selalu membuat permusuhan dengan kaum muslimin,
b. Orang-orang murtad, yang membuat syari'at selain dari Allah hukumnya adalah fardlu 'ain kepdaa setiap muslim. Dan wajib bagi setiap muslim untuk memerangi mereka baik dengan tangan, lisan, dan dengan hatinya. Tidak ada alasan bagi seorang pun untuk tinggal diam dari jihad kecuali yang diberi maaf oleh Allah yaitu buta, pincang, sakit, orang yang tidak memiliki harta, dan orang lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa.
23. Kita beriman dengan apa yang datang dari Al-Quran dan yang datang dari Rasulullah secara global dan rinci.
HIKMAH WUDHUK
UMUMNYA kita beranggapan wuduk wajib apabila hendak mendirikan solat saja atau dengan lain perkataan, berwuduk itu hanya pada saat kita akan menunaikan sembahyang, tanpa wuduk sudah tentu tidak boleh menunaikan solat. Bagaimanapun tidak ada pula yang dapat merasakan wuduk perlu menjadi suatu daripada kebiasaan, kerana kita kurang mengetahui bahawa mengekalkan wuduk mempunyai banyak hikmah dan pahala tersembunyi. Menurut riwayat yang sahih, Nabi Muhammad SAW adalah contoh nabi yang paling banyak mengambil wuduk sebelum melakukan sesuatu pekerjaan. Khalifah Umar al-Khattab pun sering berwuduk sebelum melangkah untuk memulakan perjalanan. Sebaik saja dilantik menjadi khalifah, Umar al-Khattab terus mengambil wuduk lalu mendirikan solat sunat dua rakaat. Saidina Abu Bakar seorang khalifah Islam yang terbilang pernah ditanya seseorang mengenai perbuatannya mengambil wuduk pada saat akan menunggangi unta, lalu Saidina Abu Bakar menjawab: "Dengan berwuduk ketika akan melakukan perjalanan, dengan izin Allah kita akan terhindar daripada sebarang musibah dan kemalangan." Banyak riwayat serta hadis yang menerangkan betapa besarnya fadilat dan keberkatan wuduk, sehingga kita perlu mengakui pentingnya mengekalkan wuduk dan tidak hanya menjadikannya kewajipan untuk menunaikan solat. Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: "Barang siapa yang berwuduk dan dalam melakukan wuduknya itu dia berserah semata-mata hanya kepada Allah, lalu dia pula mematuhi segala rukun tertibnya yang betul, maka nescaya akan keluarlah segala dosa-dosanya daripada seluruh jasad hatta sekalipun dosa yang ada tersangkut pada celah kukunya pun akan mengalir jatuh bersama air wuduk itu." (Hadis riwayat Muslim dan an-Nasai) Tidak dinafikan cabaran bagi kita untuk bangun pagi dan berwuduk bagi menunaikan solat Subuh kerana lebih enak meneruskan tidur tetapi Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: "Barang siapa yang berwuduk dengan cara sempurna di awal pagi yang dingin maka pahala baginya dua kali ganda." (Hadis riwayat at-Tabrani) Hadis sahih juga menerangkan bahawa kebiasaan mengambil wuduk pada tiap hari lima kali (kerana keperluan untuk solat lima waktu untuk sehari semalam) mempunyai manfaat yang baik dari segi kesihatan. Berwuduk secara tidak langsung membantu kita membersihkan seluruh anggota terpenting seperti muka, kedua tangan, pertengahan kepala, kedua telinga serta kedua kaki daripada segala kekotoran yang tidak disangkakan. Lantaran itu, daripada penglihatan fizikalnya, orang yang rajin serta tekun menunaikan solat secara tetap dan berkekalan akan kelihatan bersih berseri wajah, anggota tangan dan kakinya. Ini bertepatan sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: "Sesungguhnya perumpamaan bagi mereka yang sering kali berwuduk dan menunaikan solat itu ialah seperti seseorang yang mandi lima kali sehari di sebatang anak sungai, maka sudah barang tentu badannya akan bersih dan suci sepanjang waktu." Diriwayatkan daripada Saidina Umar al-Khattab, aku pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: "Barang siapa di antara kamu yang berwuduk lalu selepas memperlengkapkan wuduknya dia mengucap dua kalimah syahadah pula, maka di akhirat nanti akan dibukakan lapan pintu syurga lalu malaikat akan mengiringnya masuk daripada mana-mana saja pintu yang dikehendakinya." Demikian besar dan pentingnya wuduk daripada kaca mata Islam tetapi sehingga ini mungkin tidak ramai antara kita yang malu mengambil faedah dan keberkatan daripadanya, padahal kebiasaan mengekalkan diri dalam keadaan berwuduk bukan sesuatu yang sukar dilakukan. Pernah terjadi satu peristiwa di mana Saidina Ali, menantu Nabi Muhammad SAW pada ketika beliau sedang mengambil wuduk, tiba-tiba datang seorang Quraisy yang berniat hendak mencuri barangan diletakkannya di pinggir tiang masjid. Tetapi dengan tidak semena-mena apabila terpandang Saidina Ali sedang mengambil wuduk, si Quraisy itu menjadi gementar lalu tidak jadi hendak mengambil barangan Saidina Ali, sebaliknya dia terus beredar pulang meninggalkan masjid. Keesokan harinya si Quraisy itu datang menemui Saidina Ali lalu mengakui niat jahatnya semalam dan bermohon untuk memeluk Islam. Demikianlah beberapa petikan riwayat, kisah serta hadis yang memperkatakan mengenai hikmah dan fadilat terkandung dalam wuduk, yang meskipun kelihatan amat kecil tetapi sebenarnya sangat berperanan lebih-lebih lagi bagi umat Islam. Pentingnya wuduk itu, solat seseorang tidak akan diterima Allah jika wuduknya tidak menepati rukun tertib. Kepentingan wuduk juga dapat kita lihat apabila Allah mewajibkan kepada kita bertayamum jika darurat serta ketiadaan air. Kita juga akan mendapat pahala sunat memegang dan menyentuh Al-Quran dalam keadaan berwuduk
Senin, 13 Februari 2012
Kata-kata bijak
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup ditepi jalan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.
Bagian dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain.
Apabila kamu tidak dapat memberi kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik.
Jadilah kamu seorang manusia Jadilah kamu seorang manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis, dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.
Bagian dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain.
Apabila kamu tidak dapat memberi kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik.
Jadilah kamu seorang manusia Jadilah kamu seorang manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis, dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.
Langganan:
Komentar (Atom)