Senin, 27 Februari 2012

POKOK-POKOK AQIDAH ISLAM DAN DALI-DALILNYA

POKOK-POKOK AQIDAH ISLAM DAN DALI-DALILNYA

Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Artinya setiap bayi lahir langsung ber-Dien Islam, kemudian orang tuanyalah yang menyebabkan dia nasrani, yahudi, atau majusi. Sehingga seorang muslim yang menginjak baliq tidak dituntut untuk syahadat ulang. Syahadat ulang hanya diharuskan bagi seseorang yang melakukan kekufuran sehingga keluar dari Islam, seperti orang-orang yang mengatakan Al Masih anak Allah, orang yang menyembah benda mati ataupun benda hidup seperti menuhankan pemimpin, ulama, atau organisasi. Jadi pokok-pokok aqidah islam antara lain adalah sebagai berikut
1. Bersaksi (Syahadatain)
Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk Agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan atasnya. Di antara hal yang wajib diketahui dan diyakini secara mutlak, dan wajib diucapkan seketika jika memang dia (mukallaf) kafir, atau jika tidak (ia bukan seorang kafir) maka wajib mengucapkannya dalam shalat, adalah dua kalimat syahadat:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمد الرسوالله
Makna أشهد أن لا إله إلا الله : aku mengetahui, meyakini dan mengakui (dengan ucapan) bahwa tidak ada yang disembah dengan hak (benar) kecuali Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tidak terbagi-bagi, tidak bermula, tidak didahului dengan ketiadaan, Maha Hidup, tidak membutuhkan kepada yang lain, tidak berakhir, Maha Pencipta, Pemberi rizki, Maha mengetahui, Maha Kuasa, yang mudah bagi-Nya melakukan segala apa yang Ia kehendaki. Segala apa yang Ia kehendaki terjadi dan segala apa yang tidak Ia kehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada daya untuk menjauhi perbuatan dosa kecuali dengan pemeliharaan-Nya, dan tidak ada kekuatan untuk berbuat ta'at kepada-Nya kecuali dengan pertolongan-Nya. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan yang layak bagi-Nya dan Maha Suci dari segala kekurangan bagi-Nya.
2. Beriman (Rukun Iman)
3. Memahami Tauhid Rububiyyah
Yaitu mengimani keesaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam raya. Dia-lah Pemberi rezeki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, dan Yang Menguasai langit dan bumi. Allah SWT. berfirman:
                
"Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia ... "(QS.Fathir:3)
        
"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. " (QS. al-Mulk:l)

Kerajaan Allah adalah kerajaan yang universal meliputi seluruh jagat raya ini, dan Dia-lah Yang Mengaturnya sesuai dengan kehendak-Nya. Mengesakan Allah dalam mengatur alam ini adalah mengimani bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat Yang Mengatur makhluk-Nya.
Tidak ada yang mengingkari tauhid rububiyyah ini kecuali segolongan kecil manusia. Sebenarnya mereka ini hanya mengingkari secara lahiriah, tetapi jiwa dan batin mereka mengakui adanya tauhid ini. Firman Allah
           
Dan mereka mengingkarinya Karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. " (QS. an-Naml:14)

4. Memahami Tauhid Uluhiyyah
Yaitu mengesakan Allah M dalam segala macam bentuk ibadah dengan tidak menjadikan sesuatu pun yang disembah bersama-Nya. Karena tauhid inilah, Allah menciptakan makhluk-Nya. Allah berfirman :
     
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. adz- Dzariyat:56)

Dan juga karena tauhid ini, Allah Swt. mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Allah berfirman:
              
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum karnu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. al-Anbiya:25)

Bentuk tauhid inilah yang diingkari oleh kaum musyrikin ketika para rasul datang mengajak mereka untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Allah berfirman:
                 
"Mereka berkata:"Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami...." (QS. al-A'raf:70)

Karena itu bentuk ibadah apa pun tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah, tidak kepada malaikat, nabi, orang saleh, atau makhluk yang lain. Karena ibadah itu tidak akan sah kecuali diikhlaskan hanya kepada Allah semata.

5. Memahami Tauhid Asma wa Sifat
Yaitu beriman kepada nama-nama Allah ig dan sifat-sifat-Nya, baik yang la tetapkan sendiri untuk-Nya maupun yang ditetapkan oleh Rasul-Nya. Mengimaninya dalam arti yang sebenarnya sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa tahnf (penyelewengan), ta'thil (penghapusan), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (penyerupaan).
Sebagai contoh, Allah $g menamakan diri-Nya dengan al-Hayyu al-Qayyiim, artinya Yang Maha Hidup dan terus-menerus Mengurus makhluk-Nya. Kita wajib mengimani bahwa al-Hayyu merupakan salah satu nama Allah Swt. dan mengimani sifat yang terkandung di dalamnya, yaitu kehidupan yang sempurna yang tidak diawali dengan ketiadaan dan diakhiri dengan kebinasaan. Begitu juga, Allah Swt. menamai diri-Nya dengan as-Samt', artinya Yang Maha Mendengar. Kita wajib mengimani bahwa as-Sami' merupakan salah satu nama Allah Swt. dan as- Sam'u (mendengar) merupakan salah satu sifat-Nya dan la Maha Medengar
6. Meyakini jalan para sahabat dan setelah para sahabat dari Salafus Shalih dalam mengimani asmaul husna. Asmaul husna jumlahnya tidak ada yang tau kecuali Allah. Sedangkan jumlah 99 itu hanya yang diketahui manusia.
7. Beriman bahwa Allah Subhana Ta'ala Istiwa di atas 'Arays
8. Beraqidah dengan aqidah salafusshalih, bahwa Iman adalah mengucapkan dengan lisan, meyakini dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan kemaksiatan
9. Mempunyai aqidah ttg dosa-dosa orang-orang yang beriman yang bermaksiat
10. Beraqidah tentang keutamaan para sahabat semuanya tanpa berlebih-lebihan (jml Sahabat: ±144 ribu)
11. Tidak mengkafirkan seorang pun dari ahli kiblat yang berdosa selama dia tdk menghalalkannya kecuali amalan kufur akbar. Artinya tidak mengkafirkan orang yang mengamalkan amalan kecuali yang jelas itu adalah kekufuran. Diantara amalan kekufuran yang mengeluarkan dari Islam tanpa penghalalan seperti :
a. Mengingkari hal yang jelas dalam Agama Islam atau
b. Menghalalkan yg haram yang jelas-jelas haram, atau
c. Mengharamkan yang jelas-jelas halal,
d. Tidak mengingkari hal-hal yang jelas membuat kafir sperti mencela Allah, memakai salib ,dll.
12. Mengimani karamah-karamah para wali, siapakah mereka? Yaitu setiap orang mukmin adalah wali Allah. Wali itu yang paling dekat dengan Allah, paling bertaqwa, yang paling mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah
13. Kita beriman bahwa tidak ada yang mengetahui hal yang ghoib kecuali Allah
14. Beriman bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar dari ahli tauhid tidak abadi di neraka selama tidak menyekutukan Allah.
15. Kita meyakini sahnya shalat dibelakang setiap orang yang baik dan yang jahat dari pemimipin-pemimpin yang mukmin
16. Kita beriman akan adanya fitnah kubur dan nikmat kubur
17. Beriman bahwa Al-Quran diturunkan oleh Allah. Kalamullah dan bukan makhluk.
18. Beriman bahwa istighotsah kepada hamba, makhluk-makhluk, yang telah mati atau yang di kubur adalah syirik.
19. Beriman bahwa jihad terus berlanjut hingga hari kiamat, tidak dapat dihalangi oleh kejahatan orang yang jahat dan tidak berhenti karena keadilan orang-orang yang adil, yaitu bersama kaum muslimin semuanya dengan para pemimpin mereka (yang baik dan yang buruknya). Secara umum hukumnya fardlu kifayah, jika ada yang maju maka yang tidak berangkat tidak berdosa, kecuali di 3 tempat (kondisi):
a. Jika telah bertemu dua pasukan antara pasukan orang beriman dan pasukan orang kufur
b. Jika telah diperintahkan imam yang telah dipilih, yang membela orang beriman dan memusuhi orang-orang kafir
c. Jika musuh telah mengancam agama, jiwa, kehormatan, dan harta kaum mukminin.
20. Beriman bahwa membela kaum mukminin hukumnya wajib bagi kaum mukminin lainnya, meskipun mereka memiliki kesalahan dan kekurangan, ini karena hak aqidah dan persaudaraan kaum muslimin. Orang yang tinggal bersama orang-orang musyrik tanpa ada kebencian dan keterpaksaan adalah dosa dan Rasulullah berlepas diri dari orang-orang tersebut
21. Kita beriman bahwa tauhid hukum itu adalah inti dari tauhid uluhiyyah. Orang yang membuat syari'at selain dari Allah maka ia kafir dan murtad dan telah keluar dari din Islam. Dan sebelumnya para pemimpin yang menggunakan hukum selain hukum Allah semuanya murtad meskipun mereka menganggap diri mereka muslim.
22. Kita beriman bahwa melawan penyerang yaitu
a. Orang-orang kafir yang memerangi negara-negara Islamdan selalu membuat permusuhan dengan kaum muslimin,
b. Orang-orang murtad, yang membuat syari'at selain dari Allah hukumnya adalah fardlu 'ain kepdaa setiap muslim. Dan wajib bagi setiap muslim untuk memerangi mereka baik dengan tangan, lisan, dan dengan hatinya. Tidak ada alasan bagi seorang pun untuk tinggal diam dari jihad kecuali yang diberi maaf oleh Allah yaitu buta, pincang, sakit, orang yang tidak memiliki harta, dan orang lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa.
23. Kita beriman dengan apa yang datang dari Al-Quran dan yang datang dari Rasulullah secara global dan rinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MTs Darul Ulum Sumber Lompang

MTs Darul Ulum Sumber Lompang
Panitia MOS 2010